Suara Media Jabar | Informasi Pemasangan Iklan Hub: 081291999600
: :

Hidupkan Kembali Permainan Tradisional, PORTINA Kota Bekasi Rangkul Generasi Muda

Suaramediajabar.com, KOTA BEKASI – Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Kota Bekasi terus berupaya menghidupkan kembali permainan tradisional di kalangan generasi muda melalui Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Sekolah Dasar Kota Bekasi Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Plaza Patriot, Kota Bekasi, Selasa (13/10/2026), ini diikuti lebih dari 350 siswa dari 12 kecamatan, baik dari sekolah dasar negeri maupun swasta.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya aktivitas digital. Selain melestarikan warisan budaya bangsa, invitasi ini juga menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilan, sportivitas, dan kemampuan bekerja sama.

Ketua PORTINA Kota Bekasi, Wijayanti, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan melestarikan olahraga tradisional, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak berbakat untuk mengembangkan potensi mereka hingga ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Kota Bekasi. Tujuannya memberikan ruang kepada anak-anak kita yang berbakat supaya mereka bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, kita juga ingin menjaring anak-anak berprestasi yang nantinya akan kita kirimkan ke tingkat provinsi,” ujar Wijayanti.

Menurutnya, permainan tradisional saat ini semakin jarang dijumpai dalam keseharian anak-anak. Perkembangan gadget dan aktivitas online menjadi salah satu tantangan dalam mempertahankan eksistensi permainan yang dahulu lekat dengan kehidupan masyarakat.

“Selain itu, kita juga ingin memasyarakatkan olahraga tradisional karena saat ini mungkin sudah tidak banyak kita temui di lingkungan sekitar akibat perkembangan gadget dan aktivitas online. Makanya, hari ini alhamdulillah antusiasme anak-anak luar biasa,” katanya.

Wijayanti mengungkapkan, tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa anak-anak masih memiliki minat dan kemampuan dalam memainkan olahraga tradisional apabila diberikan kesempatan untuk mencoba dan berkompetisi.

“Lebih dari 350 anak mengikuti kegiatan ini. Kita ingin melihat anak-anak Kota Bekasi bermain egrang, hadangan, dan lain sebagainya. Hari ini kita buka ruang bagi mereka untuk berekspresi, dan ternyata mereka pandai sekali,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti sejumlah cabang olahraga tradisional, di antaranya tarompah panjang, egrang, dagongan, sumpitan, hadangan, ketapel, dan lari balok. Berbagai cabang tersebut menguji ketangkasan, keseimbangan, konsentrasi, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

Meski demikian, Wijayanti mengakui bahwa upaya menghidupkan kembali olahraga tradisional membutuhkan sosialisasi yang lebih luas dan berkelanjutan. PORTINA Kota Bekasi perlu menjangkau sekolah-sekolah dan masyarakat agar permainan tradisional kembali dikenal serta diminati oleh generasi muda.

“Tantangan terbesarnya tentu karena kita baru menghidupkan kembali olahraga tradisional ini. Kita perlu banyak melakukan sosialisasi, baik ke sekolah maupun masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap olahraga tradisional tidak hanya dimainkan ketika ada perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Selain mudah dilakukan dan relatif terjangkau, permainan tradisional dinilai mampu membangun interaksi sosial dan mempererat kebersamaan.

“Harapannya, olahraga tradisional menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat dan menjadi tren. Kita ingin olahraga tradisional menjadi tren dan digemari masyarakat karena murah, mudah, serta bisa membangun kebersamaan,” tutup Wijayanti.

Melalui invitasi ini, PORTINA Kota Bekasi berharap semakin banyak sekolah dan masyarakat yang terlibat dalam pelestarian olahraga tradisional.

Dengan memperkenalkan permainan tradisional sejak usia dini, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal warisan budaya bangsa, tetapi juga mampu mengembangkan prestasi melalui olahraga yang mengedepankan kebersamaan, sportivitas, dan nilai-nilai luhur budaya Indonesia. (Ad)

Share to Social Media:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *