Suaramediajabar.com, Jakarta, 23 September 2026 — Industri halal Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru. Selain ditopang oleh besarnya pasar domestik, permintaan global terhadap produk halal juga terus menunjukkan pertumbuhan.
State of the Global Islamic Economy Report (SGIE) 2025/26 mencatat belanja konsumen Muslim pada enam sektor ekonomi Islam mencapai US$2,60 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$3,56 triliun pada 2029.
Di tengah peluang tersebut, Indonesia memiliki momentum untuk memperkuat posisi, tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai produsen dan eksportir produk halal yang mampu bersaing di pasar global.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan industri halal global. Karena itu, sebagai bank syariah, BSI ingin mengambil peran lebih dari sekadar menyediakan layanan keuangan, tetapi juga menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan pembiayaan, teknologi, transaksi, jaringan bisnis, dan akses pasar,” ujar SEVP Consumer Product Solution BSI, Wawan Setiawan.
Komitmen Melayani Sepenuh Hati tersebut diwujudkan melalui BSI International Expo 2026 yang akan digelar pada 22–25 Oktober 2026 di JICC Hall A & B, Jakarta, dengan mengusung tema “Buy Local Go Global”.
BSI International Expo 2026 akan mempertemukan pelaku UMKM, brand lokal, industri halal, buyer, investor, komunitas, hingga konsumen. Expo ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang pameran, tetapi sebagai business platform yang membuka peluang kolaborasi, memperluas akses pasar, serta mempertemukan produk lokal dengan potensial buyer.
“Buy Local Go Global adalah upaya membawa produk lokal dari pasar domestik menuju pasar yang lebih luas. Kami ingin expo ini memberikan manfaat yang lebih konkret bagi pelaku usaha melalui terbukanya koneksi bisnis, peluang transaksi, kolaborasi, hingga akses pasar baru,” kata Wawan.
Perkuat Rantai Nilai Industri Halal
Sementara itu, SEVP Digital Banking BSI M. Misbahul Munir mengatakan BSI International Expo menjadi bagian dari upaya BSI memperkuat rantai nilai industri halal melalui pemanfaatan pembiayaan, digitalisasi, transaksi, dan akses pasar bagi UMKM binaan.
“Kami ingin pelaku usaha tidak berhenti pada tahap memiliki produk yang baik, tetapi juga memiliki kapasitas untuk tumbuh dan bersaing. Karena itu, BSI melakukan pembinaan melalui UMKM Center, digitalisasi, pendampingan sertifikasi halal, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan potensial buyer, termasuk dari pasar global,” ujar Misbahul.
Melalui berbagai peran tersebut, BSI mendorong UMKM dan bisnis lokal untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan, memperkuat digitalisasi, hingga membuka akses pasar yang lebih luas.
Dengan demikian, dampak yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan expo, tetapi dapat berlanjut menjadi hubungan bisnis, kolaborasi, dan peluang pertumbuhan bagi para pelaku usaha setelah event berlangsung.
Hadirkan Business, Lifestyle, dan Entertainment
Selain mempertemukan pelaku usaha dengan buyer, BSI International Expo 2026 juga menghadirkan pengalaman yang memadukan business, lifestyle, dan entertainment.
SEVP Funding and Transaction BSI Ida Triana Widowati mengatakan rangkaian acara akan mencakup Event Market, Collab Hub, Fit & Faith, serta konser musik yang menghadirkan sejumlah artis ternama dan brand populer.
“Kami ingin BSI International Expo menjadi ruang yang mempertemukan bisnis dengan lifestyle secara lebih dekat. Masyarakat dapat menikmati berbagai produk dan aktivitas, sementara pelaku usaha memperoleh kesempatan memperkenalkan brand, bertransaksi, dan membangun koneksi bisnis baru. BSI juga menyiapkan berbagai promo transaksi selama event berlangsung,” ujar Ida.
Dengan mengusung tema “Buy Local Go Global”, BSI International Expo 2026 menjadi bagian dari komitmen BSI dalam memperkuat ekosistem halal sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi produk dan bisnis Indonesia untuk tumbuh di dalam negeri dan melangkah ke pasar global.