Suara Media Jabar | Informasi Pemasangan Iklan Hub: 081291999600
: :

Beranda

30 Sekolah Meriahkan Festival Olahraga Tradisional Kecamatan Jatisampurna

Ketua PORTINA Kota Bekasi Periode 2026-2030, Wijayanti dalam Festival Olahraga Tradisional (Otrad) di SDN Jatiranggon I, Jatisampurna, Bekasi, Selasa (22/9/2026). (Dok. Ferhat Panggabean)

Suaramediajabar.com, Bekasi — Festival Olahraga Tradisional (Otrad) tingkat Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, berlangsung meriah di SDN Jatiranggon I, Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini diikuti 30 sekolah dari total 35 sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Jatisampurna.

Festival tersebut menjadi ajang bagi para pelajar untuk mengenal sekaligus memainkan berbagai olahraga tradisional. Tahun ini terdapat lima mata lomba yang dipertandingkan, yakni enggrang, bakiak, sumpitan, dagongan, dan gobak sodor. Para pemenang tingkat kecamatan nantinya akan mewakili Jatisampurna dalam ajang olahraga tradisional tingkat Kota Bekasi.

Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (KKG PJOK) Kecamatan Jatisampurna, Rudi Herdiana, S.Pd., mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan selama hampir satu bulan.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah kami persiapkan sejak jauh-jauh hari dan hampir satu bulan kami melakukan persiapan dengan matang agar pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik,” ujar Rudi.

Ia menyebutkan, dari 35 sekolah yang ada di Kecamatan Jatisampurna, sebanyak 30 sekolah berpartisipasi dalam festival tahun ini. Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan antusiasme sekolah yang cukup besar terhadap olahraga tradisional.

“Di Kecamatan Jatisampurna ada 35 sekolah dan sebanyak 30 sekolah ikut dalam kegiatan ini. Antusiasmenya sangat luar biasa,” katanya.

Rudi menjelaskan, para pemenang dari masing-masing mata lomba akan dikirim untuk mengikuti kompetisi di tingkat Kota Bekasi.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Kota Bekasi Periode 2026-2030, Wijayanti, mengapresiasi antusiasme siswa, guru, kepala sekolah, serta KKG PJOK dalam pelaksanaan festival tersebut.

“Alhamdulillah, festival olahraga tradisional di Kecamatan Jatisampurna ini sangat meriah. Dukungan dari kepala sekolah, baik negeri maupun swasta, KKG PJOK, serta antusiasme anak-anak juga luar biasa,” ujar Wijayanti.

Menurut Wijayanti, olahraga tradisional perlu terus diperkenalkan kepada anak-anak Kota Bekasi meskipun mereka tumbuh di lingkungan masyarakat metropolitan.

“Kami optimistis olahraga tradisional tetap bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak di Kota Bekasi. Meskipun kita sudah menjadi masyarakat metropolitan, olahraga tradisional yang ada di sekitar kita tetap perlu dilestarikan,” katanya.

Ia menambahkan, olahraga tradisional tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga dapat membantu membentuk karakter siswa melalui nilai kerja sama, koordinasi, dan saling mendukung.

“Olahraga tradisional bukan hanya untuk menyehatkan badan, tetapi juga membentuk karakter anak-anak. Di dalamnya ada nilai kerja sama, saling mendukung, dan koordinasi yang dapat membantu meningkatkan karakter siswa,” tutur Wijayanti.

Wijayantu juga berharap kegiatan Otrad dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan dengan kualitas yang semakin baik sehingga mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap pelestarian olahraga tradisional. (Ad)

Share to Social Media:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *