Suara Media Jabar | Informasi Pemasangan Iklan Hub: 081291999600
: :

Ketua DPC Gekrafs Kota Bekasi, Drg. Siska A. Yothfie: Bekasi Turut Meriahkan Pekan Belanja Ekraf Nasional 2025

Foto Dari Kiri : Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Ketua DPC Gekrafs Kota Bekasi, drg. Siska A. Yothfie

Suaramediajabar.com – Bekasi, Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2025 menjadi ajang kolaborasi besar lintas sektor yang menyatukan potensi pelaku dan produk ekonomi kreatif dari seluruh Tanah Air. Rangkaian kegiatan Hekrafnas 2025 digelar pada 21–31 Oktober 2025, dimulai dari Creative Zone di Dukuh Atas, Jakarta. Acara kemudian berlanjut dengan Pekan Belanja Ekraf di 20 kota se-Indonesia dan ditutup dengan puncak perayaan di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada Jumat (31/10/2025).

Dalam acara puncak tersebut, Ketua Umum DPP Gekrafs Nasional Kawendra Lukistian menyampaikan gagasan penambahan subsektor ekonomi kreatif ke-18, yaitu Ekonomi Kreatif Berbasis Modifikasi Otomotif. Langkah ini menjadi upaya Gekrafs memperluas ekosistem kreatif nasional dengan mengakui kreativitas anak muda di bidang otomotif sebagai kekuatan ekonomi baru.

Acara turut dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto, Wali Kota Solo Respati Ardi, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi selaku tuan rumah.

Puncak Perayaan Hari ekonomi Kreatif Nasional { Herkafnas ) Di Gradhika Bhakti Praja, Jumat 31 Oktober 2025

Menurut Kawendra, yang akrab disapa Bang Kawe, dunia modifikasi otomotif di Indonesia memiliki potensi besar dan layak mendapat pengakuan resmi sebagai bagian dari industri kreatif.

“Modifikasi otomotif bukan sekadar hobi, tetapi ekspresi seni, teknologi, dan inovasi dengan nilai ekonomi tinggi. Banyak anak muda Indonesia mampu mengubah kendaraan menjadi karya berkarakter dan bernilai,” ujarnya.

Ia menambahkan, Gekrafs tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif, komunitas otomotif, dan industri aftermarket, untuk menyusun peta jalan serta standar pengembangan subsektor tersebut.

“Harapannya, para talenta modifikasi tidak hanya berhenti di ajang kontes, tetapi bisa membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, bahkan menembus pasar ekspor,” tambahnya.

Peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional sendiri jatuh setiap 24 Oktober, menjadi momentum penting untuk merayakan semangat inovasi dan kolaborasi pelaku kreatif Indonesia.

Tahun ini, Gekrafs juga mendorong penetapan Hekrafnas melalui Keputusan Presiden (Keppres) agar memiliki dasar hukum dan kelembagaan yang kuat. Selain itu, Gekrafs berkolaborasi dengan Bank BRI melalui program “BRI x Gekrafs Belanja Kreatif Nasional”, yang menargetkan transaksi senilai Rp50 miliar di 20 wilayah Indonesia selama rangkaian Oktober Kreasi: Bulan Ekonomi Kreatif.

Di Bekasi, semangat ini turut disambut positif. Ketua DPC Gekrafs Kota Bekasi, drg. Siska A. Yothfie, menyampaikan bahwa Bekasi Raya menjadi salah satu dari 20 kota pelaksana kegiatan nasional tersebut.

“Kami bangga Bekasi turut berpartisipasi dalam Hekrafnas 2025. Ini momentum penting untuk menunjukkan potensi besar pelaku ekonomi kreatif di Bekasi dan sekitarnya,” ujarnya (3/11/2025).

Sebagai informasi, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) merupakan organisasi yang menaungi dan memperjuangkan kepentingan pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Berdiri atas inisiatif para praktisi industri kreatif, Gekrafs berkomitmen memperkuat ekosistem nasional, membuka peluang usaha, dan menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah. (Ardi)

Share to Social Media:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *