Suara Media Jabar | Informasi Pemasangan Iklan Hub: 081291999600
: :

Beranda

Cuaca Dingin dan Perbedaan Budaya Tantangan Komunitas Muslim Korea Jalankan Ramadan 1447 H

Suaramediajabar.com, ICHEON, KORSEL– Di tengah gemerlap musim dingin masih menyisakan udara beku di Kota Incheon, Korea Selatan, tepatnya di kawasan Seo-gu, suasana berbeda di sebuah sudut kota. Ketika sebagian besar warga Korea Selatan menikmati libur Tahun Baru Imlek, yang di negeri ginseng dikenal sebagai Seollal, para Warga Negara Indonesia justru bersiap menyambut tamu agung yang jauh lebih dinanti: Bulan Suci Ramadan.

 

Di antara hiruk-pikuk tradisi keluarga masyarakat Korea yang saling berkunjung dan berkumpul, para WNI tergabung dalam Komunitas Muslim Korea (KMI) menata hati dan langkah untuk menyongsong bulan penuh rahmat. Mereka berkumpul di Masjid Al Anwar Incheon, sebuah masjid yang menjadi oase spiritual bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI), mahasiswa, dan keluarga muslim Indonesia yang tinggal di wilayah tersebut.

 

Rabu, 25 Februari 2026, Ramadan 1447 H tahun ini terasa istimewa. Selain bertepatan dengan masa libur panjang, para PMI memiliki kesempatan lebih lama untuk mempersiapkan diri secara ruhiyah. Biasanya, kesibukan pabrik dan padatnya jam kerja menjadi tantangan tersendiri dalam menghidupkan malam-malam Ramadan. Namun kali ini, suasana berbeda terasa. Wajah-wajah penuh semangat terlihat saat mereka membersihkan masjid, menyiapkan konsumsi sederhana, dan menyusun jadwal tarawih serta kajian.

 

“Kami bersyukur atas kesempatan ini. Para PMI yang tengah menikmati masa libur sangat antusias menyambut Ramadan. Momentum ini adalah karunia Allah. Kami berharap Ramadan ini menjadi sarana menambah wawasan, memperkuat ukhuwah, dan memperdalam pemahaman agama melalui kajian yang akan disampaikan oleh Dai Ambassador,” ujar Imam Hanafi, Presiden KMI.

 

Kehadiran Dai Ambassador Dompet Dhuafa 2026, M. Luqman Hambali, menjadi suntikan semangat tersendiri di tengah komunitas ini. Dalam salah satu kultum pembuka Ramadan yang disampaikan di Masjid Al Anwar, Ust H. M. Luqman Hambali, B.Sh., M.A. menegaskan bahwa kebahagiaan dalam menyambut Ramadan bukanlah perasaan biasa, melainkan bagian dari tanda keimanan.

 

“Para ulama menjelaskan, siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya dari api neraka. Rasa bahagia itu bukan sekadar ekspresi lisan, tetapi tercermin dalam persiapan diri, kerinduan terhadap ibadah, dan kesungguhan memperbaiki amal. Apalagi jika Ramadan itu benar-benar kita isi dengan ibadah, menjaga puasa, menegakkan tarawih, membaca Al-Qur’an, dan tentu meningkatkan sedekah. Maka kebahagiaan itu berubah menjadi keselamatan,” tutur Ustaz H. M. Luqman Hambali, B.Sh., M.A., kepada tim Dompet Dhaufa.

 

Bagi para PMI, pesan tersebut terasa sangat menyentuh. Di negeri muslim minoritas, menjaga iman bukan perkara ringan. Lingkungan kerja yang heterogen, tantangan bahasa, serta perbedaan budaya kerap menjadi ujian tersendiri. Namun justru dalam kondisi seperti itulah, kebahagiaan menyambut Ramadan menjadi energi spiritual yang luar biasa.

 

Saat Korean Muslem Federation (KMF) menetapkan awal Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, rasa syukur menyelimuti PMI di Masjid Al Anwar. Tawa dan sapaan akrab menggantikan sejenak rasa rindu pada keluarga di kampung halaman. Malam harinya, saf-saf tarawih terisi rapat. Ada yang masih mengenakan jaket tebal karena dingin belum sepenuhnya pergi. Ada pula yang datang langsung dari tempat kerja. Di sela-sela rakaat, terdengar isak pelan doa-doa yang dipanjatkan doa untuk orang tua di Indonesia, untuk anak istri yang jauh, untuk rezeki yang halal dan berkah, serta untuk kekuatan menjaga istiqamah.

 

“Ramadan di Korea Selatan juga menghadirkan tantangan tersendiri terkait durasi puasa dan cuaca. Namun, justru di situlah nilai mujahadah terasa. Para PMI saling menguatkan, berbagi tips menjaga stamina, dan memastikan tidak ada yang merasa sendiri. Masjid menjadi pusat aktivitas sosial, diskusi keislaman, belajar membaca Al-Qur’an hingga merancang program kepedulian untuk sesama PMI yang membutuhkan,” tambah Ustaz Luqman.

Share to Social Media:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *