Suaramediajabar.com, Bekasi, Jawa Bawat – Festival Olahraga Tradisional (Otrad) tingkat Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, digelar di Lapangan Stadion Mini Pondok Gede, Selasa (29/9/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pelajar untuk mengenal, memainkan, sekaligus melestarikan berbagai olahraga tradisional.
Ketua Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Kota Bekasi Periode 2026-2030, Wijayanti, mengapresiasi pelaksanaan Otrad tingkat Kecamatan Pondok Gede yang mendapat dukungan dari Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (KKG PJOK) serta Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pondok Gede.
“Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini Kecamatan Pondok Gede melaksanakan kegiatan olahraga tradisional tingkat kecamatan. Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada KKG PJOK serta K3S Kecamatan Pondok Gede yang sudah luar biasa menyelenggarakan kegiatan hari ini,” ujar Wijayanti, Selasa (29/9).
Menurutnya, olahraga tradisional memiliki nilai penting untuk terus diperkenalkan kepada anak-anak. Selain mengenalkan permainan yang menjadi bagian dari budaya Indonesia, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk membangun berbagai karakter positif pada peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena olahraga tradisional memang baik untuk terus kita lestarikan. Anak-anak bisa mengenal berbagai olahraga tradisional sekaligus belajar membangun karakter positif melalui permainan yang mereka ikuti,” katanya.
Wijayanti juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Otrad tingkat kecamatan menjadi bagian dari rangkaian menuju festival olahraga tradisional tingkat Kota Bekasi. Ajang tingkat kota tersebut rencananya akan digelar pada 13 Oktober 2026 dengan melibatkan perwakilan dari 12 kecamatan.
“Insyaallah, pada 13 Oktober 2026 kita akan melaksanakan olahraga tradisional tingkat Kota Bekasi yang akan diikuti oleh 12 kecamatan. Rencananya kegiatan akan dilaksanakan di area Plaza Chandrabhaga. Semoga semuanya bisa berjalan lancar dan tentunya kami mohon dukungannya,” jelas Wijayanti.
Ia berharap semangat pelestarian olahraga tradisional tidak berhenti pada kegiatan festival atau perlombaan di sekolah. Menurutnya, anak-anak perlu didorong agar tertarik memainkan olahraga tradisional dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami tentu sangat gembira melihat olahraga tradisional terus dilestarikan. Harapannya, bukan hanya di sekolah, tetapi anak-anak juga tergugah dan tertarik untuk memainkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga olahraga tradisional bisa menjadi bagian dari aktivitas mereka,” tutur Wijayanti.
Pelaksanaan Otrad tingkat Kecamatan Pondok Gede diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengenal kembali permainan tradisional sekaligus menumbuhkan nilai kebersamaan, sportivitas, kerja sama, dan karakter positif melalui aktivitas olahraga. (Ad)