Suaramediajabar.com, Bekasi — Kegiatan Tournament Mini Soccer yang digelar Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (KKG PJOK) Kecamatan Pondok Melati mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Ajang tersebut dinilai tidak hanya menjadi sarana kompetisi olahraga antarsiswa, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan karakter, minat, serta bakat sejak usia pendidikan dasar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Wijayanti, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan mini soccer yang diinisiasi KKG PJOK dapat menjadi contoh positif yang mendorong kecamatan lain untuk menggelar kegiatan serupa.
“Kami dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengapresiasi sekali kegiatan yang diselenggarakan KKG PJOK untuk melaksanakan kegiatan mini soccer hari ini yang mungkin bisa juga menginspirasi kecamatan yang lain,” ujar Wijayanti, Rabu (19/8/26).
Ia menjelaskan bahwa kegiatan di luar pembelajaran akademik memiliki peran penting dalam proses pendidikan. Menurutnya, siswa perlu mendapatkan stimulasi dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki.
“Kegiatan ini juga membentuk karakter siswa. Pembelajaran tidak hanya di dalam kelas, tapi juga kita harus memberikan stimulasi kepada siswa untuk berprestasi sesuai dengan passion mereka masing-masing,” katanya.
Wijayanti menilai siswa yang memiliki minat di bidang olahraga, seni maupun kegiatan nonakademik lainnya perlu memperoleh ruang untuk mengekspresikan dan menunjukkan kemampuannya. Kesempatan tersebut penting untuk membantu menemukan serta mengembangkan talenta siswa sejak jenjang pendidikan dasar.
“Yang suka olahraga, seni, kegiatan lain di luar akademis juga harus kita stimulasi. Kita berikan ruang dan kesempatan mereka untuk bisa mengekspresikan dan menunjukkan kemampuan mereka sehingga menumbuhkan talenta di usia pendidikan dasar,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan seperti Tournament Mini Soccer KKG PJOK dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Tidak hanya berhenti pada tingkat kecamatan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pembinaan prestasi siswa secara berjenjang hingga tingkat kota, provinsi, bahkan nasional.
“Harapannya kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dan bisa menjadi inspirasi bagi kecamatan lain, bahkan di tingkat kota juga bisa memberikan ruang untuk prestasi berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi,” ungkap Wijayanti.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan sejak pendidikan dasar dapat menjadi langkah awal untuk melahirkan atlet-atlet muda berprestasi. Ia bahkan berharap peserta kegiatan tersebut nantinya memiliki kesempatan untuk berkembang hingga mampu memperkuat tim nasional dan mengharumkan nama Indonesia.
“Siapa tahu anak-anak ini nanti bisa menjadi bagian dari tim nasional yang bisa mengharumkan nama baik bangsa di masa yang akan datang,” pungkasnya. (Ad)