Suaramediajabar.com, Jakarta, 20 Januari 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi mengajukan nama keponakannya, Thomas Djiwandono, sebagai salah satu calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menyusul pengunduran diri pejabat sebelumnya.
Langkah ini diambil untuk mengisi kekosongan posisi strategis setelah Juda Agung mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang disampaikan melalui surat resmi kepada Presiden pada 13 Januari 2026.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan bahwa pemerintah telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI berisi tiga nama calon untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI, termasuk Thomas Djiwandono.
Thomas, yang saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu II), merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto dan dikenal memiliki pengalaman di sektor fiskal serta pemerintahan.
Pengajuan nama Thomas dan dua kandidat lainnya kini akan ditindaklanjuti oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) melalui proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebelum penetapan resmi.
Pengunduran diri Juda Agung yang ditandai dengan surat resmi kepada Presiden telah membuka peluang penataan baru di jajaran pimpinan Bank Indonesia. Proses pengangkatan Deputi Gubernur BI selanjutnya akan mengikuti mekanisme yang diatur dalam undang-undang.
Thomas Djiwandono merupakan tokoh yang dikenal luas di kalangan pemerintahan dan partai politik, serta memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang mendukung peran strategis dalam kebijakan moneter.
DPR RI diperkirakan akan segera menjadwalkan fit and proper test untuk menentukan apakah Thomas dan kandidat lain memenuhi syarat untuk menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.