Suaramediajabar.com, Rusia – juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan Rusia akan mengarahkan senjata nuklirnya ke Estonia apabila senjata nuklir NATO ditempatkan di negara Baltik tersebut. Estonia sendiri merupakan anggota aliansi militer NATO di kawasan Baltik.
Pernyataan itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna, mengatakan bahwa pemerintah di Tallinn tidak menentang kemungkinan penempatan senjata nuklir NATO di wilayahnya. Ia menegaskan Estonia siap jika aliansi memutuskan untuk menempatkan persenjataan tersebut sebagai bagian dari strategi pertahanan.
Menurut Peskov, Rusia tidak berniat mengancam Estonia maupun negara Eropa lainnya. Namun ia menegaskan Moskow akan mengambil langkah balasan jika sistem senjata nuklir diarahkan ke wilayah Rusia.
“Jika senjata nuklir ditempatkan di wilayah Estonia dan diarahkan ke Rusia, maka senjata nuklir kami akan diarahkan ke Estonia,” kata Peskov dalam wawancara yang dikutip media Rusia, Senin (23/2/2026). Ia menambahkan bahwa pemerintah Estonia harus memahami konsekuensi dari keputusan tersebut.
Negara-negara Eropa yang tergabung dalam NATO, yang dipimpin Amerika Serikat, belakangan membahas perluasan pencegahan nuklir sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer. Para pejabat Barat menyebut langkah itu sebagai respons terhadap ancaman Rusia, meski klaim tersebut dibantah oleh Moskow.
Estonia dikenal sebagai salah satu pendukung utama Ukraina dan mendorong peningkatan belanja pertahanan di kawasan Eropa karena kekhawatiran terhadap potensi agresi Rusia. Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, bahkan menyebut Estonia sebagai salah satu negara yang paling bermusuhan terhadap Moskow.
Selain Estonia, sejumlah negara Eropa juga mulai membahas opsi penguatan nuklir. Presiden Polandia, Karol Nawrocki, mengusulkan agar negaranya mengembangkan program senjata nuklir sendiri. Sementara Kanselir Jerman, Friedrich Merz, sempat membahas kerja sama pencegahan nuklir Eropa dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam forum keamanan di Munich.
Ketegangan antara Rusia dan NATO dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat, terutama terkait perluasan militer dan strategi pencegahan nuklir di kawasan Eropa Timur.